Pertanian
Berbasis Kearifan Lokal
Disni
saya akan membahas tentang pertanian yang berbasis kearifan lokal, beberapa
teori yang saya baca dan saya pahami menurut beberapa ahli.
a.Pengertian Kearifan Lokal
Menurut Ardhana (2005), kearifan lokal dapat diartikan
sebagai perilaku bijak yang selalu menggunakan akal budi, pengalaman dan
pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam suatu wilayah geografis tertentu.
Dalam kearifan lokal ada karya atau tindakan manusia yang sifatnya bersejarah,
yang masih diwarisi masyarakat setempat. Perilaku bijak ini biasanya adalah
tindakan, kebiasaan atau tradisi, dan cara-cara masyarakat setempat yang
menuntun untuk hidup tenteram, damai dan sejahtera.
Sunaryo dan Laxman (2003), menjelaskan kearifan lokal
merupakan pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem
kepercayaan, norma dan budaya dan diekspresikan di dalam tradisi dan mitos yang
dianut dalam waktu yang cukup lama.
Tradisi sebuah
komunitas minoritas tetap dipertahankan sebagai warisa budaya dan leluhur,
keyakinan yang teguh terhadap warisan tersebut menjadikan mereka tidak
mengikuti perubahan jaman, pengabaian terhadap teknoligi dan penggunaan hasil
kebudayaan modern juga tetap dipertahankan sebagai bentuk manusia yang selau
siap dengan keadaan modernisasi dan teknoogi yang semakin canggih.
Di
dalam moderenisasi dan globalisasi yang dapat mengubah pola pikir masyarakat
yang serba konsumtif dan serba teknologi mebuat seiring berjalannya waktu
kearifan- kearifan lokal semakin redup dan punah.
Bahkan di sektor pedesaan
kearifan lokal lambat- laun hilang dimakan kecanggihan teknologi, globalisasi
dan prilaku masyarakat yang cenderung konsumtif serta anak- anak muda yang
gengsi memegang tradisi kearifan lokal
di
daerahnya masing- masing. Dalam sektor pertanian kearifan lokal pun lambat laun menghilang ditelan kecanggihan teknologi yang membuat petani merasa lebih mendunia (Gaul). Padahal dalam sektor pertanian kultur budaya sangat dibutuhkan karena sangat berpengaruh dengan kualtas bahan mentah maupun jadi.
daerahnya masing- masing. Dalam sektor pertanian kearifan lokal pun lambat laun menghilang ditelan kecanggihan teknologi yang membuat petani merasa lebih mendunia (Gaul). Padahal dalam sektor pertanian kultur budaya sangat dibutuhkan karena sangat berpengaruh dengan kualtas bahan mentah maupun jadi.
Tatanan
budaya dan kearifan lokal sangat berperan dalam sektor pertanian karena
merupakan budaya dan tradisi yang memang sudah ada sejak nenek moyang dan harus
dilestarikan. Perilaku masyarakat yang konsmtif dan serba instan yang membuat
kearifan- kearifan lokal ini akan hilang dala beberapa wakltu lagi, khususnya
dalam bidang pertanian deimana teknologi akan semakin mendunia dan membuat
perilaku masyarakat menjadi malas dan lebih memilih melakukannya dengan
teknologi- tekologi pertanian yang telah dimodifikasi sekian rupa.
Penggunaan
dan pengembangan kearifan lokal pada sisi tertentu dianggap penting terutama
dalam hal pengelolaan lingkungan, pengelolaan air, tanah sumber daya alam dan
pola budidaya yang unik. Penataan ruang kedalam tiga ruang merupakan kebijakan
yang berdampak pada selalu tersedianya air sebagai kebutuhan utama dalam
kehidupan, penggunaan bahan-bahan alami, pengelolaan dan pembukaan lahan yang tidak besar-besaran serta pelarangan
penebangan dengan penggunaan mesin pemotong dan manual.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar