Selasa, 14 Oktober 2014


Pertanian Berbasis Kearifan Lokal
            Disni saya akan membahas tentang pertanian yang berbasis kearifan lokal, beberapa teori yang saya baca dan saya pahami menurut beberapa ahli.

a.Pengertian Kearifan Lokal

Menurut Ardhana (2005), kearifan lokal dapat diartikan sebagai perilaku bijak yang selalu menggunakan akal budi, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam suatu wilayah geografis tertentu. Dalam kearifan lokal ada karya atau tindakan manusia yang sifatnya bersejarah, yang masih diwarisi masyarakat setempat. Perilaku bijak ini biasanya adalah tindakan, kebiasaan atau tradisi, dan cara-cara masyarakat setempat yang menuntun untuk hidup tenteram, damai dan sejahtera.

Sunaryo dan Laxman (2003), menjelaskan kearifan lokal merupakan pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma dan budaya dan diekspresikan di dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam waktu yang cukup lama.

            Tradisi sebuah komunitas minoritas tetap dipertahankan sebagai warisa budaya dan leluhur, keyakinan yang teguh terhadap warisan tersebut menjadikan mereka tidak mengikuti perubahan jaman, pengabaian terhadap teknoligi dan penggunaan hasil kebudayaan modern juga tetap dipertahankan sebagai bentuk manusia yang selau siap dengan keadaan modernisasi dan teknoogi yang semakin canggih.

             Di dalam moderenisasi dan globalisasi yang dapat mengubah pola pikir masyarakat yang serba konsumtif dan serba teknologi mebuat seiring berjalannya waktu kearifan- kearifan lokal semakin redup dan punah. 
            Bahkan di sektor pedesaan kearifan lokal lambat- laun hilang dimakan kecanggihan teknologi, globalisasi dan prilaku masyarakat yang cenderung konsumtif serta anak- anak muda yang gengsi memegang  tradisi kearifan lokal di
daerahnya masing- masing. Dalam sektor pertanian kearifan lokal pun lambat laun menghilang ditelan kecanggihan teknologi yang membuat petani merasa lebih mendunia (Gaul). Padahal dalam sektor pertanian kultur budaya sangat dibutuhkan karena sangat berpengaruh dengan kualtas bahan mentah maupun jadi.

            Tatanan budaya dan kearifan lokal sangat berperan dalam sektor pertanian karena merupakan budaya dan tradisi yang memang sudah ada sejak nenek moyang dan harus dilestarikan. Perilaku masyarakat yang konsmtif dan serba instan yang membuat kearifan- kearifan lokal ini akan hilang dala beberapa wakltu lagi, khususnya dalam bidang pertanian deimana teknologi akan semakin mendunia dan membuat perilaku masyarakat menjadi malas dan lebih memilih melakukannya dengan teknologi- tekologi pertanian yang telah dimodifikasi sekian rupa.

              Penggunaan dan pengembangan kearifan lokal pada sisi tertentu dianggap penting terutama dalam hal pengelolaan lingkungan, pengelolaan air, tanah sumber daya alam dan pola budidaya yang unik. Penataan ruang kedalam tiga ruang merupakan kebijakan yang berdampak pada selalu tersedianya air sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan, penggunaan bahan-bahan alami, pengelolaan dan pembukaan lahan yang  tidak besar-besaran serta pelarangan penebangan dengan penggunaan mesin pemotong dan manual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar