Selasa, 21 Oktober 2014

TEKNOLOGI DAN SISTEM PERTANIAN DI NEGARA- NEGARA MAJU

Berikut merupakan negara negara maju dan sektor pertaniannya :
A.     JEPANG
Jepang merupakan negara maju dalam segala bidang teknologi, termasuk dalam bidang pertanian. Teknologi pertanian jepang sangat terkenal di belahan dunia. Pusat pertanian negara jepang ada di Tohoku. Seperti kebanyakan wilayah di Jepang, memiliki banyak bukit dan pegunungan, dengan Pegunungan Ou yang membentang dari utara ke selatan.

Meskipun industri besi, baja, semen, kimia, kertas, dan pengolahan minyak mentah baru dimulai pada tahun 1960-an, Tohoku sudah dikenal sejak lama sebagai 'gudang pertanian' Jepang, karena wilayah ini menyuplai Sendai dan Tokyo-Yokohama dengan beras dan aneka komoditi pertanian lainnya. Tohoku merupakan penghasil 20 persen dari produksi beras nasional. Namun, iklim yang keras hanya mengijinkan petani di wilayah ini untuk memanen sekali dalam setahun.










B.     AMERIKA
Seperti yang kita ketahui, amerika merupakan negara adikuasa dengan teknologi canggih termasuk dalam bidang pertanian. Amerika sangat terkenal dengan sektor pertaniannya. Kemajuan pertanian dengan menerapkan perkembangan teknologi dan inovasi terkini, membuat Amerika Serikat menjadi negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Dukungan pemerintah dan kalangan universitas menjadikan petani di sana makmur. Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Komoditasnya pun lengkap dan berkualitas sangat baik, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Hasil tani utama para petani AS, antara lain gandum, kacang kedelai, beras, kapas, dan tembakau. Komoditas ini sebagian besar dieks-por ke sejumlah negara. Indonesia, antara lain mengimpor kacang kedelai, gandum, kapas, produk olahan susu, dan pakan ternak. Berbagai tanaman ini semestinya dapat dihasilkan di tanah Indonesia yang subur.

Teknologi pertanian AS semakin maju lagi sejak abad ke-19, saat banyak mesin dan teknologi baru ditemukan. Kemajuan teknologi ini sampai ke AS, tetapi tidak membuat mereka  meninggalkan pertanian. Justru pertanian di sana semakin berkembang. Mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk meningkatkan hasil dan mutu pertanian.

Kebanyakan lahan pertanian di AS ditanami, antara lain jagung dan gandum. Tanah pertanian utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan.Bahkan komoditas yang dulunya tidak ada di sana, sekarang ini sudah banyak juga. Salah satunya adalah kedelai, yang baru diperkenalkan di AS pada tahun 1950-an, kini menjadi salah satu pengekspor kedelai terbanyak. Dan, salah satu importir kedelai dari AS adalah Indonesia.

C.     BELANDA
Seperti Luas wilayah Belanda hanya 41.526 km2, Belanda mempunyai potensi alam yang cukup baik untuk pertanian, Belanda mampu mengeksplorasi potensi tersebut dengan baik. Walaupun lahannya tidak luas, Belanda mampu menjadi negara yang dapat mencukupi kebutuhan pangan di negaranya tanpa mengimpor bahkan menjadi negara pengekspor pertanian. Hal tersebut dapat terjadi karena Belanda mampu mengoptimalkan keterbatasan menjadi kekuatan dan juga didukung dengan daya kreatifitas dan berpikirout of the box.

 Pertanian di Belanda sangat terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. Penggunaan teknik rumah kaca, memanipulasi iklim dalam ruangan serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. How cool the Dutch are!


Salah satu produk pertanian olahan kakao Belanda adalah Cokelat Van Houten. Berkat ke-kreatifitasan dalam pengemasan dan teknologi modern, sehingga menjadi cokelat yang terkenal di dunia. Belanda juga terkenal dengan sektor pertanian non-pangan dan merupakan salah satu komponen penyumbang devisa, yaitu bunga Tulip. Peneliti dan ahli mampu membiakkan berbagai jenis bunga tulip, sangat kreatif dan inovatif. Seperti halnya di kebun tulip terbesar di Belanda, yakni Keukenhof (The Garden of Europe). Setiap musim semi, terdapat 7 juta bunga tulip dibiakkan disana.

Kebun bunga tulip di depan Keukenhof

Industri pertanian menyumbang 20% terhadap ekonomi Belanda. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memiliki luas wilayah dan potensi alam yang jauh lebih besar dari Belanda, perlu di eksplor lebih baik agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju dalam sektor pertanian.
Setelah saya membaca berbagai literatur mengenai perkembangan pertanian di Belanda, saya yang kini masih menuntut ilmu di bidang pertanian, ingin sekali menginjakkan kaki di Belanda. Ingin melihat betapa canggih dan kreatifnya pertanian disana, ingin menimba ilmu dan menerapkannya di Indonesia agar pertanian di negara kita pun bisa seperti di Belanda atau bahkan jauh lebih baik.
 Salah satu kreativitas negara Belanda adalah menciptakan atau memanipulasi iklim


Nimbus II 2012, awan didalam kamar


Berkat Industri kreatif, perekonomian Belanda meningkat sebesar 3% dari GDP yaitu 16,9 Milyar Euro. Jadi industri kreatif mampu meningkatkan potensi perekonomian suatu negara, termasuk Belanda.


D.    TAIWAN
Berikutnya adalah taiwan, taiwan merupakan negara maju dalam sektor pertanian. Hasil ekspor produk pertanian di negara ini adalah USD 11,8 miliar atau 1,5% pendapatan nasionalnya. Seperti juga di negara dengan pertanian lainnya, separuh pengerjaan dilakukan dengan teknologi canggih.

Contohnya dalam penanaman padi, mereka menerapkan sistem yang sangat berbeda dengan Indonesia. Bila di Indonesia bibit padi di semai pada satu hamparan sebelum dipindah pada lahan sawah, di Taiwan bibit padi dimasukan suatu wadah pot segi empat dengan ketinggian 2 cm, saat tanam menggunakan mesin dengan kecepatan 3 jam/ha. 

Cara ini dapat menghemat waktu, tenaga, biaya serta menghasilkan pertumbuhan padi lebih baik, karena pada saat tanam tidak perlu mencabut bibit dari persemaiaan yang akan membuat tanaman stress dan memerlukan waktu untuk adaptasi.


 Sumber :
http://nico03soil.wordpress.com/2012/11/08/4-negara-dengan-pertanian-modern/


Senin, 20 Oktober 2014

KEBIJAKAN DI BIDANG PERTANIAN



A.        KEBIJAKAN PERTANIAN
Kebijakan pertanian adalah serangkaian tindakan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun tujuan umum kebijakan pertanian kita adalah memajukan pertanian, mengusahakan agar pertanian menjadi lebih produktif, produksi dan efisiensi produksi naik dan akibatnya tingkat penghidupan dan kesejahteraan petani meningkat. Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, pemerintah baik di pusat maupun di daerah mengeluarkan peraturan-peraturan tertentu; ada yang berbentuk Undang-undang, Peraturan-peraturan Pemerintah, Kepres, Kepmen, keputusan Gubernur dan lain-lain. Peraturan ini dapat dibagi menjadi dua kebijakan-kebijakan yang bersifat pengatur (regulating policies) dan pembagian pendapatan yang lebih adil merata (distributive policies). Kebijakan yang bersifat pengaturan misalnya peraturan rayoneering dalam perdagangan/distribusi pupuk sedangkan contoh peraturan yang sifatnya mengatur pembagian pendapatan adalah penentuan harga kopra minimum yang berlaku sejak tahun 1969 di daerah-daerah kopra di Sulawesi.

Kebijakan Pemerintah
Pemerintah Indonesia dinilai belum serius menjalankan kebijakan agribisnis nasional. Pembiayaan terhadap sektor ini dinilai masih terbatas yang membuat petani tetap kesulitan mendapatkan pendanaan.
Terdapat beberapa kebijakan pemerintah dalam usaha membangun sektor pertanian dan agribisnis :
  1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang gencar dijalankan pemerintah, mayoritas dinikmati oleh sektor perdagangan dan jasa. Tetapi kebijakan agribisnis belum dirasakan langsung oleh petani. Salah satu poin yang disorotnya menyangkut pembiayaan. KUR, dianggapnya, tak bisa dijadikan andalan lantaran 67 persennya digunakan oleh sektor perdagangan dan jasa. Sementara, fakta di lapangan, produksi agribisnis masih terkendala.
  1. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Indonesia merupakan produsen produk pertanian kelas dunia. Contohnya, produksi beras berada di nomor empat di pasar global. Hal ini tak terlepas dari besarnya jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 juta orang. Selain itu, UMKM sektor agribisnis pun mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah besar yakni 38 juta orang.
  1. Lembaga Keuangan Mikro (LKM)
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) pedesaan dibentuk untuk membantu modal petani dalam menggarap lahannya. petani melalui kelompoknya bisa membentuk lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan pinjaman lunak secara bergulir pada anggotanya. Di Indonesia tercatat sekitar 10 ribu desa. Untuk itu, Deptan akan membantu atau mengucurkan dana bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta per desa. Dana itu nantinya dapat digunakan petani melalui pinjaman lunak tanpa agunan dan syarat yang mudah untuk modal membeli bibit, pupuk dan lainnya. Selanjutnya pinjaman itu dibayar bila sudah panen, lalu digulirkan pada anggota lainnya, dan petani juga bisa mengembangkan lembaga keuangan mikro itu menjadi koperasi simpan pinjam. Pemerintah akan fokus mengembangkan ekonomi kerakyatan di pedesaan, terutama pada petani lewat bantuan pinjaman dana dari berbagai instansi terkait. Khusus Deptan dana sebesar Rp 100 juta per desa itu diberi nama program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), dan instansi lain juga memiliki tujuan yang sama namun programnya berbeda.
  1. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)
Departemen Pertanian membantu para petani dengan cara mengucurkan dana bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta per desa. Peningkatan usaha ekonomi kerakyatan itu bertujuan untuk membangun ketahanan pangan di Indonesia. Ini bertujuan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada luar negeri, bila perlu sebagai negara pengekspor kebutuhan pangan dunia.
  1. Pembangunan STA (Sub Terminal Agribisnis)
Dalam pengembangan agribisnis hortikultura, permasalahan klasik yang masih saja muncul adalah pemasaran. Masalah ini timbul karena banyaknya pihak yang terlibat dalam rantai pemasaran serta struktur pasar yang tidak sempurna. Pemerintah telah berupaya keras untuk menangani permasalahan tersebut, antara lain dengan menumbuhkan lembaga-lembaga pemasaran seperti Subterminal Agribisnis (STA). STA merupakan kelembagaan agribisnis modern karena dirancang dengan kualifikasi harus dilengkapi dengan fasilitas dan sarana yang memadai. Fungsi STA, selain sebagai lembaga pemasaran juga berperan sebagai lembaga yang menyediakan sarana produksi pertanian seperti benih/bibit, pupuk, dan obat-obatan (insektisida/pestisida).
  1. Program revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK).                                                      

Secara nasional, fokus pengembangan produk dan bisnis PPK mencakup lingkup kategori produk yang berfungsi dalam hal :
a.         Membangun ketahanan pangan, yang terkait dengan aspek pasokan produk, aspek pendapatan dan keterjangkauan, dan aspek kemandirian.
b.         Sumber perolehan devisa, terutama yang terkait dengan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif di pasar internasional.
c.         Penciptaan lapangan usaha dan pertumbuhan baru, terutama yang terkait dengan peluang pengembangan kegiatan usaha baru dan pemanfaatan pasar domestik.
d.         Pengembangan produk-produk baru yang terkait dengan berbagai isu global dan kecenderungan pasar global.


7.    Penerapan GAP (Good Agricultural Practices)

Maksud dari GAP adalah untuk menjadi panduan umum dalam melaksanakan budidaya tanaman buah, sayur, biofarmaka, dan tanaman hias secara benar dan tepat, sehingga diperoleh produktivitas tinggi, mutu produk yang baik, keuntungan optimum, ramah lingkungan dan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan dan kesejahteraan petani, serta usaha produksi yang berkelanjutan.
Tujuan dari penerapan GAP diantaranya; (1) Meningkatkan produksi dan produktivitas, (2) Meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi, (3) Meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing, (4) Memperbaiki efisiensi penggunaan sumberdaya alam, (5) Mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan, (6) Mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keamanan diri dan lingkungan, (7) Meningkatkan peluang penerimaan oleh pasar internasional, dan (8) Memberi jaminan keamanan terhadap konsumen. Sedangkan sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya keamanan pangan, jaminan mutu, usaha agribisnis hortikultura berkelanjutan dan peningkatan daya saing.

Selasa, 14 Oktober 2014

Ubi Telah mati...
Sebuah kiasan sinting yang memang benar terjadi di negeri kita yang katanya agraris, memang benar semua yang ditanam di negeriku tercinta ini akan tumbuh subur... iya benar, termasuk para koruptor. Mereka tumbuh subur di negeriku ini. Memang alangkah lucunya negeriku ini.. namun, entah mengapa ada sejuta surga di dalam negeri yang dihuni oleh kaum- kaum yang ya bisa  dikatakan tidak mengetahui kalau indonesia adalah surgfa, mungkin yang mereka tahu hanyalah uang.



            Keaneka ragaman suku, budaya, adat istiadat, kesenian, agama, dan kendahan alam yang tak ternilai serta keberagaman menu makanan atau kuliner memang adalah daya tarik wisata tersendiri di negeri ku ini, memang indonesia adalah secuil surga yang indah tepat di belahan khatulistiwa, kuliner- kuliner khas nusantara yang terdiri dari berbagai macam rempah- rempah membuat negara ini sangat istimewah, memang tujuan utama belanda datang ke indonesia adalah untuk merampas kekayaan indoesia yaitu rempah- rempahnya.
            Mungkin telingan kalian sudah tak asing lagi dengan, ubi, atau berbagai makanan khas indonesia pengganti beras. Seperti jagung, sagu dan gaplek lama kelamaan makanan ini memudar meninggalkan kenangan dan mungkin kelak anak cucu kita tak dapat menikamati makanan yang sangat lezat dan kaya akan karbohidrat dan zat- zat yang baik bagi tubuh, ya kembali lagi perilaku manusia lah yang menjadi penyebabnya.
            Manusia yang belagak elit dengan makanan- makanan luar negeri yang tak jelas manfaatnya bagi tubuh malah lebih sering dikonsumsi, hanya untuk satu kata GENGSI. Perilaku manusia yang cenderung konsumtif dan sok tau yang menyebabkan makanan- makanan ini punah sering perjalanan lokal, kearirfan lokal yang tak dapat dipertahankan bangsa sendiri.

            Melestarikan makanan khas memang sangat sulit seiring perkembangan jaman dan terlal banyak makanan- makanan instan dan siap saji. Sebagai masyarakat indonesia yang cinta akan keanekaragaman kuliner nusantara kita harus sama- sama melestarikan makanan khas indonesia pengganti beras, jangan pernah makan gandum selagi masih ada yang lebih baik dan lebih sehat dari gandum. Sekian

Pertanian Berbasis Kearifan Lokal
            Disni saya akan membahas tentang pertanian yang berbasis kearifan lokal, beberapa teori yang saya baca dan saya pahami menurut beberapa ahli.

a.Pengertian Kearifan Lokal

Menurut Ardhana (2005), kearifan lokal dapat diartikan sebagai perilaku bijak yang selalu menggunakan akal budi, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam suatu wilayah geografis tertentu. Dalam kearifan lokal ada karya atau tindakan manusia yang sifatnya bersejarah, yang masih diwarisi masyarakat setempat. Perilaku bijak ini biasanya adalah tindakan, kebiasaan atau tradisi, dan cara-cara masyarakat setempat yang menuntun untuk hidup tenteram, damai dan sejahtera.

Sunaryo dan Laxman (2003), menjelaskan kearifan lokal merupakan pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma dan budaya dan diekspresikan di dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam waktu yang cukup lama.

            Tradisi sebuah komunitas minoritas tetap dipertahankan sebagai warisa budaya dan leluhur, keyakinan yang teguh terhadap warisan tersebut menjadikan mereka tidak mengikuti perubahan jaman, pengabaian terhadap teknoligi dan penggunaan hasil kebudayaan modern juga tetap dipertahankan sebagai bentuk manusia yang selau siap dengan keadaan modernisasi dan teknoogi yang semakin canggih.

             Di dalam moderenisasi dan globalisasi yang dapat mengubah pola pikir masyarakat yang serba konsumtif dan serba teknologi mebuat seiring berjalannya waktu kearifan- kearifan lokal semakin redup dan punah. 
            Bahkan di sektor pedesaan kearifan lokal lambat- laun hilang dimakan kecanggihan teknologi, globalisasi dan prilaku masyarakat yang cenderung konsumtif serta anak- anak muda yang gengsi memegang  tradisi kearifan lokal di

Minggu, 12 Oktober 2014

 Biografi | Gawong Satya Pambudi
           
            Lahir pada hari Sabtu tanggal 20 April 1996 di Lamongan, Jawa Timur kota kecil yang terkenal dengan Soto dan Nasi Borannya, anak ke 3 dari 4 bersaudara dan anak laki- laki pertama. Terlahir dari rahim Handanah, seorang wanita canitk anggun nan baik hati, seorang guru sekaligus Ibu, yang mengajarkan arti kehidupan yang baik, beraneka ragam. Serta Wahono Sulastyantoro, seorang laki- laki yang tampan dan rupawan, seorang Ayah yang mengajarkan saya tentang toleransi, sikap tolong menolong dan tenggang rasa kepada sesama. Mereka adalah dua orang hebat yang memberikan arti kehidupan yang sebenarnya.
            Sejak kecil saya belajar arti kehidupan, tamat taman kanak- kanak di TK Kartini 1, melanjutkan ke Sekolah Dasar Negeri Made 4 dan masuk ke SMA Negeri 2 Lamongan, serta masuk bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan agribisnis. Saat ini saya menginjak usia 18 tahun, salah satu pemain bass dalam band SMA, yang sering main pada saat kejuaraan atupun pensi. Pernah mendapat juara 2 tingkat kabupaten dan menjadi band pembuka di SMA. Mendapat banyak undangan main di cafe dan lain sebagainya.
            Menjabat sebagai wakil ketua seksi ekstra SMADAPALA pada saat kelas 1 SAM dan mendapat mandat kembali sebagai ketua ekstra SMADAPALA saat duduk di kelas 2 SMA, beberapa gunung telah saya gapai puncaknya arjuno, welirang, penanggungan, semeru, bukan sekedar hiburan saja, tapi dari gununglah saya belajar bagaimana saya menghargai ciptaan tuhan dan banyak lagi yang kita dapat dari mendaki gunung baik dalam segi mental kekompakan dan persaudaraan yang tak akan pernah saya dapat di bangku sekolah. Aktif di dunia keorganisasian membuat saya faham dan mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan orang- orang. Mencari dana sponsor, membuat proposal, menyusun lembar pertanggung jawaban, mengenal orang-orang besar, baik buruknya kondisi sekolah belajar menjadi event organizer dan masih banyak lagi yang tak bisa saya jelaskan.
            Aktif dalam LSM dan masih menjabat sebagi ketua Pemuda Peduli Rakyat Miskin (PPRM) membuat saya bangga karena anggota LSM ini masih menaruh mandat yang besar pada saya, 3 event sudah kami buat yang bekerjasama dengan pemda Lamongan dan label- label rokok. Event yang kami buat berkaitan dengan Musik pemuda, karena memang kami membuat event yang tujuan saldonya disumbangkan ke orang- orang yang membutuhkan. Event bulanan yang kiami lakukan adalah 100 nasi 100 aksi, sebuah acara yang rutin dilakukan dengan cara membagikan nasi- nasi pada orang- orang yang layak mendapatkannya. Yang saya tahu dalam kehidupan ini adalah bersosialisasi dan menolong sesama.