TEKNOLOGI DAN SISTEM PERTANIAN DI NEGARA- NEGARA MAJU
Berikut merupakan
negara negara maju dan sektor pertaniannya :
A. JEPANG
Jepang
merupakan negara maju dalam segala bidang teknologi, termasuk dalam bidang
pertanian. Teknologi pertanian jepang sangat terkenal di belahan dunia. Pusat pertanian
negara jepang ada di Tohoku. Seperti kebanyakan
wilayah di Jepang, memiliki banyak bukit dan pegunungan, dengan Pegunungan Ou yang membentang dari utara ke selatan.
Meskipun industri besi, baja, semen, kimia, kertas, dan pengolahan minyak mentah baru dimulai pada tahun 1960-an, Tohoku sudah dikenal sejak lama sebagai 'gudang
pertanian' Jepang, karena wilayah ini menyuplai Sendai dan Tokyo-Yokohama dengan beras dan
aneka komoditi pertanian lainnya. Tohoku merupakan penghasil 20 persen dari
produksi beras nasional. Namun, iklim yang keras hanya mengijinkan petani di
wilayah ini untuk memanen sekali dalam setahun.
B. AMERIKA
Seperti
yang kita ketahui, amerika merupakan negara adikuasa dengan teknologi canggih
termasuk dalam bidang pertanian. Amerika sangat terkenal dengan sektor
pertaniannya. Kemajuan pertanian dengan menerapkan perkembangan teknologi dan
inovasi terkini, membuat Amerika Serikat menjadi negara pengekspor hasil
pertanian terbesar di dunia. Dukungan pemerintah dan kalangan universitas
menjadikan petani di sana makmur. Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu negara
pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Komoditasnya pun lengkap dan
berkualitas sangat baik, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong,
daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian. Hasil tani utama para
petani AS, antara lain gandum, kacang kedelai, beras, kapas, dan tembakau.
Komoditas ini sebagian besar dieks-por ke sejumlah negara. Indonesia, antara
lain mengimpor kacang kedelai, gandum, kapas, produk olahan susu, dan pakan
ternak. Berbagai tanaman ini semestinya dapat dihasilkan di tanah Indonesia
yang subur.
Teknologi
pertanian AS semakin maju lagi sejak abad ke-19, saat banyak mesin dan
teknologi baru ditemukan. Kemajuan teknologi ini sampai ke AS, tetapi tidak
membuat mereka meninggalkan pertanian. Justru pertanian di sana semakin
berkembang. Mesin dan teknologi yang ditemukan itu juga digunakan untuk
meningkatkan hasil dan mutu pertanian.
Kebanyakan
lahan pertanian di AS ditanami, antara lain jagung dan gandum. Tanah pertanian
utama digunakan untuk menghasilkan makanan serat-seratan.Bahkan komoditas yang
dulunya tidak ada di sana, sekarang ini sudah banyak juga. Salah satunya adalah
kedelai, yang baru diperkenalkan di AS pada tahun 1950-an, kini menjadi salah
satu pengekspor kedelai terbanyak. Dan, salah satu importir kedelai dari AS
adalah Indonesia.
C. BELANDA
Seperti Luas wilayah Belanda hanya 41.526 km2,
Belanda mempunyai potensi alam yang cukup baik untuk pertanian, Belanda mampu
mengeksplorasi potensi tersebut dengan baik. Walaupun lahannya tidak luas,
Belanda mampu menjadi negara yang dapat mencukupi kebutuhan pangan di negaranya
tanpa mengimpor bahkan menjadi negara pengekspor pertanian. Hal tersebut dapat
terjadi karena Belanda mampu mengoptimalkan keterbatasan menjadi kekuatan dan
juga didukung dengan daya kreatifitas dan berpikirout of the box.
Pertanian di Belanda sangat
terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. Penggunaan teknik rumah kaca,
memanipulasi iklim dalam ruangan serta teknologi robotik dan komputerisasi
sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme
solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di
tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka
ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower
memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi
iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. How cool the
Dutch are!
Salah satu produk pertanian olahan kakao
Belanda adalah Cokelat Van Houten. Berkat ke-kreatifitasan dalam pengemasan dan
teknologi modern, sehingga menjadi cokelat yang terkenal di dunia. Belanda juga
terkenal dengan sektor pertanian non-pangan dan merupakan salah satu komponen
penyumbang devisa, yaitu bunga Tulip. Peneliti dan ahli mampu membiakkan
berbagai jenis bunga tulip, sangat kreatif dan inovatif. Seperti halnya di
kebun tulip terbesar di Belanda, yakni Keukenhof (The Garden of Europe). Setiap
musim semi, terdapat 7 juta bunga tulip dibiakkan disana.
Kebun bunga tulip di depan Keukenhof
Industri pertanian menyumbang 20%
terhadap ekonomi Belanda. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memiliki luas
wilayah dan potensi alam yang jauh lebih besar dari Belanda, perlu di eksplor
lebih baik agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju dalam sektor pertanian.
Setelah saya membaca berbagai literatur
mengenai perkembangan pertanian di Belanda, saya yang kini masih menuntut ilmu
di bidang pertanian, ingin sekali menginjakkan kaki di Belanda. Ingin melihat
betapa canggih dan kreatifnya pertanian disana, ingin menimba ilmu dan
menerapkannya di Indonesia agar pertanian di negara kita pun bisa seperti di
Belanda atau bahkan jauh lebih baik.
Salah satu kreativitas
negara Belanda adalah menciptakan atau memanipulasi iklim
Nimbus II 2012, awan
didalam kamar
Berkat Industri kreatif, perekonomian
Belanda meningkat sebesar 3% dari GDP yaitu 16,9 Milyar Euro. Jadi industri
kreatif mampu meningkatkan potensi perekonomian suatu negara, termasuk Belanda.
D. TAIWAN
Berikutnya adalah taiwan, taiwan merupakan negara maju dalam sektor
pertanian. Hasil ekspor produk pertanian di negara
ini adalah USD 11,8 miliar atau 1,5% pendapatan nasionalnya. Seperti juga di
negara dengan pertanian lainnya, separuh pengerjaan dilakukan dengan teknologi
canggih.
Contohnya dalam penanaman padi, mereka
menerapkan sistem yang sangat berbeda dengan Indonesia. Bila di Indonesia bibit
padi di semai pada satu hamparan sebelum dipindah pada lahan sawah, di Taiwan
bibit padi dimasukan suatu wadah pot segi empat dengan ketinggian 2 cm, saat
tanam menggunakan mesin dengan kecepatan 3 jam/ha.
Cara ini dapat menghemat
waktu, tenaga, biaya serta menghasilkan pertumbuhan padi lebih baik, karena
pada saat tanam tidak perlu mencabut bibit dari persemaiaan yang akan membuat
tanaman stress dan memerlukan waktu untuk adaptasi.
Sumber :
http://nico03soil.wordpress.com/2012/11/08/4-negara-dengan-pertanian-modern/





.jpg)





